Sabtu, 04 Januari 2014

TKJ



Tips Cara Membuat Web Atau Website
Banyak orang berpikiran Cara Membuat Website sepertinya harus memiliki kemampuan khusus, seperti ilmu komputer atau programming yang mempuni. Karena memang selain untuk menyimpan berkas dalam website kita juga bisa berbagi pengalaman atau berbagi cerita ke sesama pengguna internet, maka dari itu saat ini pun banyak yang ingin memiliki website-nya sendiri.





Sulit dan harus mengeluarkan banyak orang itu mungkin perkataan yang ada di benak banyak orang ketika berpikiran Cara Membuat Website. Namun sebenarnya Cara Membuat Website bisa dilakukan dengan mudah bahkan tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun. Tapi bagaimana Cara Membuat Website dengan mudah tersebut? Hari ini kami akan memberikan informasinya untuk para pembaca semua, dan tanpa harus berlama-lama lagi, lebih baik langsung kita simak Cara Membuat Website di bawah ini.
1. Untuk membuat website, hal pertama yang harus disiapkan adalah menyiapkan aplikasi atau software yang bisa membuat website. Software itu adalah WordPress CMS serta XAMPP, kedua aplikasi atau software tersebut bisa kita dapatkan secara gratis. Jika kita telah mendapatkan aplikasi tersebut maka jalankan WordPress CMS di localhost komputer milik kita.
2. Jika cara pertama telah dilakukan, maka kita langsung harus segera memikirkan tema dan konsep untuk website yang akan kita buat. Jika konserp dan tema telah didapatkan, maka selanjutnya kita harus mendesain website wordpress kita di localhost.
3. Jika desain kita telah selesai, Cara Membuat Website pun berlanjut untuk menyiapkan Web Hosting serta Domain gratis. Web Hosting tersebut berfungsi sebagai aplikasi penyimpan file-file website, sementara Domain sendiri merupakan alamat dari website yang kita buat agar bisa dikunjungi oleh orang lain. Jika kita telah mendapatkan dua hal tersebut maka pindahkan file website yang tadi telah dibuat di localhost ke Web Hosting agar semua file yang dibuat bisa dibuka di internet.
4. Jika cara diatas telah dilakukan, selanjutnya kita harus tes website yang telah kita simpan dan periksa apakah masih ada bagian-bagian yang eror. Tahap ini dilakukan agar antinya tidak ada kesalahan ketika kita akan memperkenalkan website yang telah kita buat.
5. Ini merupakan langkah terakhir dalam Cara Membuat Website, yaitu kita harus bisa mempromosikan website yang telah kita buat. Cara ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui media sosial seperti Facebook atau Twitter. Kita bisa membagikan halaman webiste yang kita miliki atau mengajak orang lain agar bisa mengunjungi website kita. Dan pastikan juga bahwa website yang kita buat enak untuk dipandang dan menyimpan berbagai informasi yang positif.
Cara Membuat Website di atas tentunya sangat mudah dan praktis, karena berbagai cara lainnya memang harus membutuhkan banyak cara dan memang harus mengeluarkan uang. Tapi dengan Cara Membuat Website yang kami berikan ini pasti akan semakin memudahkan para pembacanya yang ingin memiliki halaman website.

THANK YOU...........

Kamis, 12 Desember 2013

BK (bimbingan KOnseling)



 BK(bimbingan konseling)
Ø      1.Cita dan Harapan

Nama saya Yuni Purwanti, kerap di sapa Yuni, saya tinggal di daerah bawah Gunung Muria yaitu Dukuh Jengking Rt07/Rw03 Desa Tergo Kec.Dawe Kab Kudus, TTL saya  Kudus,26 Juli 1995.Saya tidak punya saudara dirumah, karena saya anak tunggal. Cita-cita saya adalah menjadi seorang wanita carir yang penuh potensial dan sukses. Harapan saya adalah bisa menghajikan kedua orang tua saya.Mungkin cita-cita saya dapat berubah karena saya belum menemukan bakat yang terpendam saya.
Cara saya merealisasikan semua itu salahsatunya adalah dengan masuk ke SMK Mafa tkj,,,  dengan alas an setelah lulus nanti saya bisa menitih jenjang industry sebagai bekal meraih cita-citaku. Hrap do’a dan restunyaaaaa…… aminnn….. ???
I believe if I can
Ø     Oto Biografi Pelajar
       Pertama awal saya mengenal sekolah mafa ini yang bernama  Smk Mambaul Falah tepatnya beralamat di Piji Dawe Kudus, sungguh sangat mengagetkan
Letaknya yang sangat strategis sekali each… depan sekolah terdapat pohon kersem yang rindang dan membuat udara disitu sejuk,, merupakan satu-satunya sekolah yang unik yang baru aku kenal. Mulanya aku gak tahu kalau di Piji ada SMK. Hehehhehe JJJ ….

Harapan yang mucul di Mafa ini semoga kedepannya sekolah ini lebih maju dari Tahun ke tahun, Fasilitasnya lebih memadai n' lebih terkenal / unggul di Akademik maupun Non akademik dari sekolah-sekolah yang lain. Dan menhasilkan produk-produk yang yang berkualitas dan berguna bagi nusa bangsa Indonesia. Tunjukkan bahwa Qt bisa dan mampu untuk bersaing diantara prestasi-prestasi yang membanggakan sekolah Qt ini nantinya dengan siswa-siswa yang berkarakter dengan bekal Akhlaqul Karimah.
Ø     Cerita Unik
cerita unik di Mafa ini ............ banyak sekali cerita unik di Mafa saat kelas 1 Aku pernah menemukan cinta dan sempat bersatu,, tapi sekarang sudah pupus semuanya berakhir.. tetapi yang mengesankan cerita di kelasku orang-orangnya memiliki variasai yang berbeda-beda mulai dari yang lucu bahkan yang super lucu semuanya ada disini di kelas XII. Saat lagi galau/sedih ada yang bertugaas untuk menghibur, namanya choliq si anak terlucu di kelasku… setiap hari tiada rasa sedih kalow udah masuk kelas XII pokoknya moment yang tak bisa di lupakan karna tlah mempunyai teman-teman seperti mereka semua.
THANK YOU FOR ALL MY FRIENDS……..THE BEST POKOXE……..

Selasa, 29 Oktober 2013

Tentang SMK Mambaul Falah Kudus

Tentang Smk Mambaul falah


   SMK Mamba’ul Falah
Sekolah menegah kejuruan manba’ul falah telah berdiri tahun 2007, bertempat di desa piji dawe kudus yang di maksudkan untuk mendukung progam pemerintah sekaligus menjawab tantangan serta kebutuhan masyarakat yang sedang membutuhkan generasi yang ahli dalam bidang teknologi. SMK Mamba’ul Falah dalam mengaplikasikan pendidikan dengan menggunakan dua kurikulum, yakni kurikulum pendidikan nasional dan pesantren (Muatan lokal) , sehinggan pendidikan islamic dan akhlakul karimah tidak menjadi kendali sebagai bekal di masyarakat. SMK Mafa mempunyai dua satu jurusan yaitu TKJ(Teknik Komputer dan Jaringan) selain itu juga ada ekstra pramuka,desain grafis,desain web, Mafa tech dll. Teknologi berbasis pesantren.www.smkmambaulfalah.com

Asal Usul Kota PATI



Asal Usul Terbentuknya Kota Pati

     Pati. Kota yang terletak di Propinsi Jawa Tengah ini menyimpan misteri yang agak sulit untuk diungkap seluruhnya. Pernah menjadi bagian dari Kerajaan Majapahit, membuat
menjadi sedikit samar.
Kabupaten yang namanya sama dengan ibukotanya ini termasuk dalam wilayah Pantura ( pantai utara ) dengan batas-batas kabupaten yang menjadi saksi sejarah munculnya kadipaten dan kerajaan di kemudian hari.
Sebelah utara ada Laut Jawa. Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora terletak di sebelah selatannya. Sebelah timur diisi oleh Kabupaten Rembang. Barat berbatasan dengan Kabupaten Kudus dan Jepara.
Legenda rakyat telah membentuk sejarah Kota Pati. Dahulu, Pulau Jawa sempat mengalami kekosongan pemerintahan setelah runtuhnya Kerajaan Singosari. Kemudian, muncullah penguasa baru yang berasal dari wilayah Pantai Utara atau sekitar Gunung Muria sebelah timur yang mengangkat dirinya sendiri sebagai adipati yang menguasai sebuah kadipaten.
Saat itu terdapat dua penguasa, yaitu Adipati Yudhapati dariKadipaten Paranggaruda yang wilayahnya meliputi Kabupaten Grobogan dan Puspa Andungjaya dari Kadipaten Carangsoka yang wilayahnya meliputi Pantai Utara hingga Kabupaten Rembang.
Kedua adipati itu berniat menikahkan putra putri mereka. Di tengah pesta pernikahan, Rara Rayungwulan, putri dari Puspa Andungjaya malah melarikan diri dengan dalang yang menghibur di sana. Terjadilah kekacauan dan peperangan.
Mereka yang berasal dari Paranggaruda mati dengan membela kehormatan. Patih Carangsoka, Raden Kembangjaya, yang berjasa kemudian dinikahkan dengan Rara Rayungwulan. Sementara, sang dalang malah dijadikan sebagai patihnya.   
Pemerintahan terus dilanjutkan di bawah kepemimpinan Kembangjaya. Setelah memperluas wilayah kekuasaan Kadipaten Pesantenan hingga ke selatan, ia wafat dan digantikan oleh anaknya, Raden Tambranegara yang kemudian memindahkan kadipaten ke barat dan mengganti namanya menjadi Kadipaten Pati.
Raja Jayanegara dari Majapahit setiap tahunnya meminta upeti berupa bunga pada Adipati Raden Tambranegara agar kekuasaan kadipaten tersebut mendapat status dari Kerajaan Majapahit. Kisah ini terdapat dalam Kitab Babad Pati.
Tempat Menarik di Pati
Ada beberapa scenic spot atau tempat teduh yang menjadi objek wisata terkenal di Pati. Seperti Waduk Gunung Rowo, yang dibangun pada masa pemerintahan Belanda di Kecamatan Gembong, tepatnya di lereng Gunung Muria sebelah timur. Waduk lainnya yang tidak jauh dari Waduk Gunung Rowo adalah Waduk Seloromo.
Masih di sekitar lereng Gunung Muria, terdapat Air Terjun Santi dan dua air terjun lainnya. Selain itu, Kota Pati juga terkenal dengan wisata gua seperti Gua Pancur di Desa Jimbaran yang memiliki panjang belasan kilometer. Dan Gua Wareh yang ada di Pegunungan Kapur Utara yang merupakan sumber mata air yang tidak pernah habis.
Terdapatlah Kadipaten Paranggaruda punya hajat mengawinkan putera satu-satunya yang bernama Raden Jaseri dengan putri Adipati Carangsoko bernama Dewi Ruyung Wulan.
Raden Jaseri adalah pemuda yang fisiknya cacat, dan berwajah jelek. Hingga membuat Dewi Ruyung Wulan menolak untuk didekatinya. Namun karena paksaan orang tua maka mau tidak mau Dewi Ruyung Wulan harus menerima Raden Jaseri sebagai suaminya.
Pesta perkawinan telah berlangsung, Dewi Ruyung Wulan yang sedang bersedih, ia meminta pestanya harus diadakan pagelaran wayang yang dimeriahkan wayang kulit dengan dalang Ki Soponyono yang sangat terkenal sebagai dalang yang mampu membawakan beberapa karakter tokoh yang ada dalam cerita Mahabarata dan Ramayana.
Dalang Sapanyono kebingungan atas permintaan yang diajukan oleh Dewi Ruyung Wulan, namun Hal ini hanyalah merupakan taktik dari Dewi untuk mengulur-ulur pernikahan. Agar pernikahan ini dapat digagalkan sebab sebetulnya ia tidak mencintai Raden Jaseri calon suaminya.
Raden Jaseri hatinya berbunga-bunga dapat bersanding dengan Dewi Ruyung Wulan di pelaminan. Air liur Raden Jaseri selalu menentes bila melihat kecantikannya. Tengah asyik-asyiknya pagelaran berlangsung, terjadilah keributan yang ditimbulkan Dewi Rayung Wulan.
Ia lari dari pelaminan dan menjatuhkan diri di atas pangkuan Dalang Saponyono, Dewi Ruyung Wulan telah hanyut dalam cerita Pewayangan, ia terpesona dan jatuh cinta kepada sang dalang yang wajahnya lebih tampan dan pandai memainkan cerita wayang daripada Raden Jaseri yang selalu mengumbar nafsu birahinya.
“Bawa aku lari kakang Soponyono, kalau tidak lebih baik aku mati saja!”
Hal ini tentu saja mengejutkan semua tamu yang hadir terutama orang tua kedua mempelai. Ki Dalang sendiri juga terkejut dan takut, maka Ki Dalang mengeluarkan kesaktiannya, untuk memadamkan semua lampu yang berada di Kadipaten Carangsoko.
Keadaan yang gelap gulita itu, membuat panik yang hadir dalam perjamuan tersebut, kesempatan ini dimanfaatkan Ki Saponyono melarikan diri diikuti oleh kedua adiknya dan Dewi Ruyung Wulan.
Sang Adipati Carangsoko Puspo Handung Joyo sangat marah sekali. Ia memanggil Patihnya Singopadu untuk segera mengatasi keadaan ini.
“Cepat perintahkan prajurit untuk menyalakan lampunya” para prajurit bergegas menyalakan lampunya.
Setelah lampu menyala, Raden Jaseri bergulung-gulung dilantai karena calon istrinya raib bersama Dalang Soponyono. Adipati Paranggarudo memerintahkan patihnya Singopadu untuk segera mempersiapkan prajurit, mengejar Dalang Soponyono dan Dewi Ruyung Wulan.
Ki Soponyono dan Dewi Ruyung Wulan yang disertai adik-adiknya berlari terus menuju hutan, mereka berjalan mengikuti alur sungai. Ki Soponyono juga mengadakan perlawanan kepada para pengejar walaupun sia-sia, karena tidak seimbang jumlah pengejar dan yang dikejar.
Mereka berjalan tertatih-tatih, sampailah mereka disebuah sawah yang sunyi tidak ada sumurnya, dan sungai disekitarnya sudah kering karena kemarau panjang itu. Jalan satu-satunya adalah mencuri semangka atau mentimun yang ada di sawah tersebut.
Mereka tidak menyadari bahwa semua bergerak-geraknya diawasi dari jauh oleh pemilik sawah yaitu adik dari Panewu Sukmoyono yang bernama Raden Kembangjoyo. Berdasarkan laporan penduduk bahwa sawahnya sering dirusak oleh binatang-binatang seperti kerbau, kancil.
Namun kali ini Kembangjoyo kaget ternyata yang selama ini yang merusak tanamannya bukan binatang tapi manusia. Kembangjoyo memerintahkan anak buahnya untuk mengepung sawah tersebut.
“Ternyata selama ini yang merusak tanaman-tanaman kami adalah kamu! Ya maling! Tangkap”
Terjadilah perang antara Ki Soponyono dengan anak buahnya Kembang Joyo, mereka semua dapat dilumpuhkan oleh Soponyono. Akhirnya Kembang Joyo turun tangan mereka berdua bertarung ditengah sawah. Namun tanpa daya Ki Soponyono melawan R. Kembangjoyo, karena Kembang Joyo lebih sakti dari Ki Soponyono.
Ki Soponyono ditlikung kakinya, kemudian tangannya diikat dengan tali dadung.
“Saya mencuri karena terpaksa Ndoro”
“Yang namanya maling juga terpaksa semua”
Sejurus dengan itu keluarlah Dewi Ruyung Wulan beserta kedua adik Dalang Soponyono.
“Lepaskan kakang Soponyono, yang kamu buru aku kan, aku boleh kamu bawa asalkan Kakang Soponyono dilepaskan dahulu”
Dewi Ruyung Wulan mengira bahwa yang menangkap Dalang Soponyono adalah Pasukan Paranggarudo. Kembang Joyo menjadi heran ternyata maling yang ditangkapnya membawa tiga orang gadis yang cantik-cantik.
Mereka berempat menjadi tawanan R. Kembang Joyo, kemudian mereka dihadapkan kepada Penewu Sukmoyono untuk diminta penjelasannnya. Ki Soponyono memperkenalkan satu persatu kawan-kawannya.
Selanjutnya ia menceritakan semua kejadian-kejadian yang telah dialami, mengapa mereka sampai di dikejar-kejar pasukan Parang Garudo, mereka terpaksa mencuri semangka dan mentimun milik Raden KembangJoyo, karena kehausan dan lapar.
Mendengar penuturan Ki Soponyono tersebut Penewu Sukmayono merasa kasihan dan tidak sampai hati untuk menjatuhi hukuman. Penewu Sukmayono bersedia menampung dan melindungi mereka.
“Tinggal disini semaumu, masalah Paranggarudo biar kami yang akan menghadapinya”
Sukmoyono mempersilahkan Dalang Soponyono, dan ketiga putri untuk beristirahat dahulu.
Sebagai rasa terima kasih yang tak terhingga atas segala kebaikan Sukmoyono, Ki Saponyono mempersembahkan kedua adiknya kepada Sang Penewu untuk dijadikan hambanya. Persembahan tersebut diterima dengan senang hati.
Akhirnya Ambarsari diperistri oleh Penewu sebagai selir, sedangkan Ambarwati diberikan kepada R. Kembang Joyo untuk dijadikan istrinya. Sedangkan Dewi Ruyung Wulan akan dikembalikan kepada bapaknya Adipati Carang Soko, Puspo Handung Joyo.
Sementera itu para prajurit Parang Garudo masih saja melakukan pengejaran dan penggeledahan di rumah-rumah penduduk. Sampailah mereka di Majasemi. Betapa marahnya Adipati Yudhopati ketika mendapat laporan bahwa buronan Dalang Soponyono, Dewi Ruyung Wulan bersama kedua adik Soponyono berada Di Majasemi mereka dilindungi oleh Penewu Sukmayono.
Maka terjadilah pertempuran yang sangat seru banyak korban yang berjatuhan, juga Ki Penewu Sukmoyono gugur dalam pertempuran itu. Mendengar Penewu Sukmayono gugur, Raden Kembangjoyo mengamuk dengan memegang keris Rambut Pinutung dengan kuluk Kanigoro menghancurkan Pasukan Paranggarudo.
Mereka dibantu oleh pasukan Carangsoko, pertempuran dahsyat antara Patih Singopati dengan Patih Singopadu, memporsir energi sehingga keduanya gugur di medan laga. Pertempuran di Majasemi berakhir dengan membawa banyak korban.
Ki Saponyono mengantarkan Dewi Ruyung Wulan bersama-sama dengan Raden Kembangjoyo. Sebagai ucapan terima kasih, Dewi Ruyung Wulan diberikan kepada Raden Kembang Joyo untuk dijadikan istrinya, karena Kembang Joyo berhasil mengalahkan Yudho Pati adipati Paranggarudo kemudian ia menetap di Carangsoko menggantikan Puspo Handung Joyo sebagai pemimpin Kadipaten.
Ia juga diangkat menjadi Adipati setelah menggabungkan tiga kadipaten yaitu Paranggarudo, Carangsoko dan Majasemi menjadi satu kadipaten Pati

Peleburan itu telah menciptakan kerukunan dari tiga kadipaten yang bertikai.

Untuk lebih memantapkan dalam memimpin kadipaten, ia mengajak Dalang Soponyono untuk memperluas wilayah kekuasaannya, dan mencari lokasi yang baik sebagai pusat pemerintahan, raden Kembangjaya dan Raden Sopanyono menuju hutan Kemiri, dan segeralah hutan tersebut dibabat untuk Kadipaten.
Selanjutnya Kembang Joyo dan Dalang Soponyono beserta parajurit Carangsoko melanjutkan pekerjaannya membuka Hutan Kemiri menjadi perkampungan, ditengah mereka sedang membuka hutan datanglah seorang laki-laki memikul gentong yang berisi air.
“Berhenti kisanak!, siapa namamu dan apa yang sedang kau pikul itu?”
“Saya Ki Sagola, yang gentong yang kupikul ini berisi Dawet, aku terbiasa berjualan lewat sini.”
“Dawet itu minuman apa?, coba saya minta dibuatkan, prajurit-prajurit saya ini juga dibuatkan!
“ Kenapa hutan ini kok ditebangi?, kasihan para binatang pada lari ke gunung?”
“Kami sedang membuka hutan ini untuk perkampungan baru, agar kelak dapat menjadi kota raja yang makmur, gemah ripah loh jinawi, sebab derah kami dulu sudah tidak memungkinkan kita tempati akibat perang Saudara”
Raden Kembang Joyo merasa terkesan akan minuman Dawet yang manis dan segar, maka ia bertanya pada Ki Sagola tentang minuman yang baru diminumnya. Ki Sagola menceritakan bahwa minuman ini terbuat dari Pati Aren yang diberi Santan kelapa, gula aren.
Mendengar jawaban itu Raden Kembang Joyo terinspirasi, kelak kalau pembukaan hutan ini selesai akan diberi nama Kadipaten Pati-Pesantenan. Dalam perkembangannya Kadipaten Pati-Pesantenan menjadi makmur gemah ripah loh jinawi dibawah kepemimpinan Kembang Joyo.